Hallo temen-temen semua
Disini aku bakal ceritain gimanasih masuk kebidanan itu, rasanya kayak mana sih dan blablabla.
Jadi pas duduk dibangku kelas XII itu udah mulai khawatir, cemas, bingung, ya pokoknya segala kerasa. Lah bingung kenapa? Cemas kenapa? Nah kalau kalian sudah lulus atau sedang duduk dibangku kelas XII pasti pernah ngerasain hal ini. Hal dimana kita bingung mau ngelanjutin sekolah ke jurusan apa. Nah mulailah disitu aku cari info, konsultasi sama guru BK dan orangtua. Jujur sih aku sendiri bingung potensi aku dimana, aku bingung mau lanjutin ke jurusan apa. Saat itulah orangtua aku saranin buat masuk kesehatan, alhasil aku cari info tuh jurusan kesehatan apa yang bisa kerja dirumah, bisa lebih banyak waktu buat keluarga nantinya, terutama yang gaada mata pelajaran matematika, fisika dan kimianya. HEHEHE
Ketemulah tuh jurusan kebidanan, mulai disitu aku browsing tentang kebidanan. Disitu muncullah dipikiran aku “ Wah menantang nih kerjaannya, mulia pula”, saat itu aku belum benar-benar dikatakan mencintai kebidanan. Kenapa? Karena saat aku cari info perguruan tinggi yang ada prodi kebidanannya, dan aku lihat biaya kuliahnya tuh ga murah. Nah disitulah aku berpikir keras lagi, mulai konsultasi sama orangtua. Orangtua mendukung 100% buat masuk kebidanan, habis itu yakinlah aku buat masuk kebidanan. Setelah itu aku konsultasi ke guru BK dan cari info perguruan tinggi mana dan dimana yang biaya hidupnya murah. Dapat tuh pencerahan kota yang biaya hidupnya murah, yaitu Yogyakarta. Terus aja aku cari info, aku browsing perguruan tinggi mana yang fakultas kesehatannya bagus dari akreditasinya, cara pembelajarannya dan lain-lain. Dapatlah salah satu Universitas di Yogyakarta.
Sejujurnya aku belum pernah tuh hidup jauh dari Orangtua, muncullah lagi masalah baru. Yaitu masalah dimana orangtua tidak mengizinkan untuk kuliah terlalu jauh. Disitulah aku mulai berpikir keras lagi, mencoba meyakinkan orangtua bahwa aku bisa, aku bisa hidup jauh dari orang tua dan berusaha mandiri buat ngejar cita-cita aku. Singkat cerita, berhasillah aku meyakinkan kedua orangtuaku. Mulailah aku mendaftar di universitas tersebut. Minggu demi minggu akhirnya sampailah pada hari pengumuman penerimaan mahasiswa baru. Dan alhamdulillah aku keterima di universitas tersebut.
Lalu, mulailah aku mengurus registrasi dan mengikuti acara ospek yang disebut “Mitra Maba”. Sampailah pada hari dimana mulai pembelajaran dikelas. Awalnya sih degdegan tuh ya, tapi makin sini aku mulai bisa membiasakan diri untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama teman baru dan mata kuliah yang begitu sangat menantang. Kenapa menantang? Karena bahasannya tuh membahas 2 nyawa. Lah ko? Kan nantinya menghadapi ibu hamil, persalinan bukan? Ya tentu. Ada nyawa ibu dan bayi yang harus diprioritaskan.
Nah segitu dulu ya teman-teman, awal mula kenapa aku masuk kebidanan. Nanti di part selanjutnya aku bakal berbagi cerita dan pengalaman aku di semester 1.
Terimakasih yang udah baca. See you
Disini aku bakal ceritain gimanasih masuk kebidanan itu, rasanya kayak mana sih dan blablabla.
Jadi pas duduk dibangku kelas XII itu udah mulai khawatir, cemas, bingung, ya pokoknya segala kerasa. Lah bingung kenapa? Cemas kenapa? Nah kalau kalian sudah lulus atau sedang duduk dibangku kelas XII pasti pernah ngerasain hal ini. Hal dimana kita bingung mau ngelanjutin sekolah ke jurusan apa. Nah mulailah disitu aku cari info, konsultasi sama guru BK dan orangtua. Jujur sih aku sendiri bingung potensi aku dimana, aku bingung mau lanjutin ke jurusan apa. Saat itulah orangtua aku saranin buat masuk kesehatan, alhasil aku cari info tuh jurusan kesehatan apa yang bisa kerja dirumah, bisa lebih banyak waktu buat keluarga nantinya, terutama yang gaada mata pelajaran matematika, fisika dan kimianya. HEHEHE
Ketemulah tuh jurusan kebidanan, mulai disitu aku browsing tentang kebidanan. Disitu muncullah dipikiran aku “ Wah menantang nih kerjaannya, mulia pula”, saat itu aku belum benar-benar dikatakan mencintai kebidanan. Kenapa? Karena saat aku cari info perguruan tinggi yang ada prodi kebidanannya, dan aku lihat biaya kuliahnya tuh ga murah. Nah disitulah aku berpikir keras lagi, mulai konsultasi sama orangtua. Orangtua mendukung 100% buat masuk kebidanan, habis itu yakinlah aku buat masuk kebidanan. Setelah itu aku konsultasi ke guru BK dan cari info perguruan tinggi mana dan dimana yang biaya hidupnya murah. Dapat tuh pencerahan kota yang biaya hidupnya murah, yaitu Yogyakarta. Terus aja aku cari info, aku browsing perguruan tinggi mana yang fakultas kesehatannya bagus dari akreditasinya, cara pembelajarannya dan lain-lain. Dapatlah salah satu Universitas di Yogyakarta.
Sejujurnya aku belum pernah tuh hidup jauh dari Orangtua, muncullah lagi masalah baru. Yaitu masalah dimana orangtua tidak mengizinkan untuk kuliah terlalu jauh. Disitulah aku mulai berpikir keras lagi, mencoba meyakinkan orangtua bahwa aku bisa, aku bisa hidup jauh dari orang tua dan berusaha mandiri buat ngejar cita-cita aku. Singkat cerita, berhasillah aku meyakinkan kedua orangtuaku. Mulailah aku mendaftar di universitas tersebut. Minggu demi minggu akhirnya sampailah pada hari pengumuman penerimaan mahasiswa baru. Dan alhamdulillah aku keterima di universitas tersebut.
Lalu, mulailah aku mengurus registrasi dan mengikuti acara ospek yang disebut “Mitra Maba”. Sampailah pada hari dimana mulai pembelajaran dikelas. Awalnya sih degdegan tuh ya, tapi makin sini aku mulai bisa membiasakan diri untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama teman baru dan mata kuliah yang begitu sangat menantang. Kenapa menantang? Karena bahasannya tuh membahas 2 nyawa. Lah ko? Kan nantinya menghadapi ibu hamil, persalinan bukan? Ya tentu. Ada nyawa ibu dan bayi yang harus diprioritaskan.
Nah segitu dulu ya teman-teman, awal mula kenapa aku masuk kebidanan. Nanti di part selanjutnya aku bakal berbagi cerita dan pengalaman aku di semester 1.
Terimakasih yang udah baca. See you
Komentar
Posting Komentar